Lahir di Rangkas-bitung (Banten) 22 September 1933. Pendidikan: SLTA Taman Siswa. Mulai menyutradarai sandiwara ketika masih duduk di bangku SLA, (awal tahuri 1950-an) disamping juga menulis resensi film, dan karyasastra. Begitu keluar sekolah langsung memilih film sebagai lapangan hidupnya. Tahun 1954-1956 masuk perusahaan PERFINI pimpinan Usmar Ismail, dimulai sebagai Pencatat Skrip, kemudian menjadi Ass. Sutradara dan anggota Sidang Pengarang. Tahun 1955 menulis skenario pertama dari cerpen Sjumandjaja Keroncong Kemayoran yang dijadikan film oleh PERSARI dengan judul Saodah. Selepas dari PERFINI tidak pernah lagi terikat pada suatu perusahaan film. Berlatih melalui pembuatan film-film pendek dan dokumenter, tahun I960 mulai menyutradarai film cerita pertamanya, Pesta Musik LaBana.
Karir film digelutinya sambil tetap juga ak:if sebagai wartawan dan menulis cerpen. Di dunia pers pernah menjadi Ketua Redaksi Minggu Abadi (1958-1960). Majalah Purnama (1962-1963), Redakuir Ahad Muslimin dan menjadi redaksi Lembaran Kebudayaan dari harian Duta Masyarakat (1964-1965). Naskah sandiwara Bung Besar (1957), memenangkan sayembara Jawaian Kebudayaan. Naskah ini diserang habis-habisan oleh penerbiran pro kin, Bintang Timur, sekitar 1964-1965, dan resmi dilarang pentas oleh Pemerintah pada tahun 1965. Pernah menulis beberapa sajak dan banyak cerpen. Sketsa-sketsanya yang berlatar belakang politik dalam bentuk satire di Mingguan Abadl dengan judul tetap "Komedi Klasik Modern" (1958-1960) banyak digemari pembaca karena kritik-kritiknya yang berani. Pada tahun I960 sketsa Sni dihentikan atas permintaan Penguasa Militer waktu itu. Sketsa-sketsanya yang mengambit model kehidupan Seniman Senen (1958-1961), sebagian dibukukan pada tahun 1972 dengan judul "Keajaiban di Pasar Senen" dan "... Oh. Film". Diterbitkan ulang tahun 1997.
Antara tahun 1960-1965 bekerjasama dengan Wim Umboh untuk menulis semua skenario Wim masa itu juga sebagai co-sutradara. Antara lain Istana Jang Hilang (1960), BintangKetjil (1963), Apa Jang Kau Tangisi (1964), Matjan Kemajoran (1965). Sesudah itu juga masih menulis untuk Wim, skenario Dan Bunga-Bunga Berguguran (1970), dan cerita asell Mama (1972). Film yang ditulis skenario dan disutradarainya sendiri Dibatik Tjahaja Gemerlapan (1966) mendapatkan penghargaan untuk cerita dan penyutradaraan dari Pekan Apresiasi Film Nasional 1967 (semacam festival, karena saat itu tidak ada FFI). Sejak menyuttadarai film Honey, Money and Jakarta Fair (1970), ia memutuskan berhenti menyutradarai karena film masa itu diwarnai oleh bumbu seks. Selanjutnya dunia pembuatan film digelutinya sebatas menulis skenario saja. Kegiatan lain di bidang film adalah mengkonsepkan berdirinya KFT (Ikatan Karyawan Film dan Televisi} ccrmasuk menulis konscp Anggaran Dasarnya pada tahun 1964. Tahun 1972-1975 ia menjadi ketua I organisasi tersebut. Dan pernah tiga kali menjadi Ketua Umumnya, yakni periode tahun 1978-1981. 1981-1984, dan 1987-1991.
Antara 1969-1991 menjadi anggota Dewan Film Nasional. Tahun 1970 ikut merancang berdirinya Akademi Sinematografi yang kini menjadi Jurusan Film IKJ. Dan mengajar di situ tahun 1971-1995 dalam mata kuliah Sejarah Film Indonesia d, Penulisan Skenario film (belakangan ban-yang terakhir saja). Tahun 1978 meranca. berdirinya badan yang khusu.s menyelenggarakan pendidikan bagi orang film, yang kemudian dikenal sebagai Yayasan Citra. Di situ ia menjadi pengurus, dan sekian lama menjadi Ketua Umumnya, juga mengajar. Tahun 1971 merinris berdirinya Arsip Film, yang sejak tahun 1975 menjadi Sinematek Indonesia, yang terus dipimpinnya. Untuk bidang arsip Rim ini ia menerima penghargaan "Lifetime Achievement" dari SEAPAVAA (South East Asia and Pacific Film and Audio-Visual Archive Association), atas permtisannya di bidang arsip film di AsiaTenggara. Di FFI, banyak kali menjadi anggota Komite Seleksi, dan beberapa kali menjadi anggota Dewan Juri. Banyak kali menjadi juri dari penulisan Pers mengenai film. Kegiatan lain di bidang kesenian adalah menjadi anggota Dewan Kesenian Jakarta, sejak berdirinya pada tahun 1968 sampai tahun 1981. Menjadi Direktur Pelaksana DKJ tahun 1980-1981, menjadi Wk. DirekrurTim Bidang Artistik tahun 1973-1975. Sebagai pimpinan Arsip film dan pengajar Film, pernah diundang untuk meninjau arsip dan sekolah film di banyak negara, termasuk keliling Amerika danJepang. Dan ikur menyiapkan rekomendasi UNESCO mengenai Arsip Film dalam pertemuan di Argentina (1978) dan Paris (1989). Penghargaan-penghargaan yang pernah diterimanya adalah : "Hadiah Usmar Ismail" (1985), hadiah tertinggi Dewan Film Nasional, "Hadi Seni" (1993) dari Depdikbud dan Life Achievement SEAPAVAA(1997).
Filmografi : Menjusuri Djedjak Berdarah (1967), Samiun dan Dasima (1970), Bandung Lautan Api (1974), Krakatau (1977), Fatahillah (1997). Sedangkan yang menghasilkan nominasi Citra untuk skenario adalah Karena Dia (FFI 1980} dan Ayahku(FFI 1988).
Sinetron : Bengkel Bangjun (1995-6 episode), Keajaiban Hati (1996 - 6 episode), serial "Fatahillah" (1997 - 13 episode), Dramatisasi Hadits "Nuansa Ramadhan" (1996-1997, 70 adegan), serial "Balada Dangdut" (1997— 11 episode), serial "Jeram-Jeram Kehidupan" (1997— 16 episode).