Aminah Cendrakasih

<!--[if gte mso 9]><xml> Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 10]> <style> /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin-top:0in; mso-para-margin-right:0in; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0in; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin;} </style> NA : Siti Aminah. Lahir di Magelang, Jawa Timur, 29 Januari 1938. Agama: Islam. Pendidikan: Sekolah Kepandaian Putri (SKP). Pendidikan non formal: Kursus Akting ATNI; Kino Workshop. Sejak masih sekolah di SKP, putri pasangan pelawak Husni (almarhum) dan artis Wolly Sutinah (17 Juli 1915-14 Septem­ber 1987) ini sudah mengenal dunia panggung. Dimulai dengan aktif di pentas sandiwara (1955) sebagai pemain dan penyanyi. Pada tahun yang sama, ia mendapat kesempatan tampil dalam film Oh, Ibuku (Bagian I dari film Gadis Tiga Djaman yang bersambung ke Puteri Revolusi) produksi Garuda Film dan Semeru Film di bawah pengarahan sutradara Ali Yugo (17 Maret 1907-18 Februari 1970).

Bersama ibunya, Wolly Sutinah, pada tahun yang sama ia ikut bermain dalam film Gambang Semarang. Di filmnya yang ketiga, Ibu dan Putri (1955) yang disutradari Ha van Wu Aminah

Cendrakasih diberi kepercayaan sebagai pemeran utama bersama Lies Noor. Sejak 1955 sampai 1989 saja ia sudah membintangi sekitar 101 film, baik sebagai pemeran pembantu maupun pemeran utama. Berkat pengabdiannya yang begitu lama di dunia film, pada 1992 Aminah Cendrakasih mendapat Penghargaan Kesetiaan Profesi Keartisan dari Dewan Film Nasional. Namanya pernah menghilang untuk waktu yang cukup lama dari dunia film, setelah ia membintangi Habis Gelap Terbitlah Terang (1959) dan kemudian menikah. Baru pada 1970 namanya muncul kembali ketika ia turut bermain dalam beberapa sandiwara TV, dan pada 1971 kembali tampil dalam film. Di luar kegiatannya di bidang film, ia aktif di organisasi HSBI dan Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB). Di LKB, ia pernah menjabat Ketua I Divisi Kesenian. Selain itu ia juga menjabat Komisaris PT. Jayanti Adhikara Sinema. Sejalan dengan perkembangan pertelevisian Indonesia yang kian berkembang, Aminah pun ikut menyemarakkan kehadiran dunia sinetron. Salah satunya adalah Rumah Masa Depan (1984-1985). Tapi yang melambungkan namanya kembali adalah Si Doel Anak Sekolahan (1994-1997) yang disutradarai (merangkap sebagai produser dan pemain) Rano Karno.

  • Tempat, Tgl Lahir
  • Magelang, Jawa Timur, 29 Januari 1938
  • Agama
  • Islam
  • Alamat
  • -
  • Status
  • -
  • Hoby
  • -
  • Profesi
  • Aktris
  • Pendidikan
  • Sekolah Kepandaian Putri (SKP) Kursus Akting ATNI; Kino Workshop
  • Prestasi
  • -
  • Sumber
  • -

Film yang pernah dibintangi

Insan Perfilman

Arifin Chairin Noer

Film Yang Pernah Dibintangi :

El Manik

Film Yang Pernah Dibintangi :
- Mereka Kembali (1972), Dewi (1974), Kutukan Ibu (1974),, Laila Majenun (1975), Kampus Birti (1976), Perkawinan Dalam Semusim (1976), Jakarta, Jakarta (1977), November 1828 (1978), Gara-gara Isteri Muda (1978), Perawan Desa (1978), Kabut Sutra Ungu (1979), Cinta Segi Tiga (1979), Remaja Di Lampu Merah (1979), Dr. Siti Pertiwi Kembali ke Desa (1979), Seputih Hatinya Semerah Bibirnya (1981), Bukan Impian Semusim (1981), Mawar Jingga (1981), Puteri Seorang Jendral (1981), Pasukan Berani Mati (1982), Titian Serambut Dibelah Tujuh (1982), Lebak Membara (1982), Budak Nafsu (1983), Hati Yang Perawan (1984), Dia Sang Penakluk (1984), Jejak Pengantin (1984), Seandainya Aku Boleh Memilih (1984), Carok (1985), Sembilan Wali (1985), Semua Karena Ginah (1985), Pondok Cinta (1985), Biarkan Bulan Itu (1986), Bintang Kejota (1986), Tujuh Manusia Harimau (1986), Turangga (1990).
Berita Terbaru Arsip
Weblog ini bertujuan untuk membuat sebuah directory komunitas/kolektif/organisasi non-komersil yang secara langsung maupun tidak berhubungan dengan film serta video baik dalam bentuk produksi, pemutaran, kajian, distribusi, serta lainnya.
Website ini ditujukan bagi komunitas / lembaga non komersil yang baik secara langsung memiliki fokus pada film dan video baik dalam produksi, pemutaran, ataupun kajian di Indonesia.Website ini merupakan sarana portal informasi yang bertujuan untuk memperk
Portal komunitas film dokumenter, memuat berita, dokumentasi dan publikasi yang berkaitan dengan film dokumenter serta merupakan wadah komunikasi masyarakat film dokumenter.
Mulai tahun 2006 , IndonesiaSelebriti.com tampil dengan wajah baru sesuai dengan perkembangan teknologi dan infrastruktur internet, portal IndonesiaSelebriti.com - telah mengembangkan ragam isi dan kegiatannya; selain Situs Resmi dan Biografi para Selebr
Situs pribadi (dikelola oleh sekelompok orang), nirlaba, dengan misi “Memberikan alternatif bagi pembaca review film.” Pengelola situs: -- Dodi Mahendra. 25 tahun. Ingin menulis buku sepenting A Catcher in the Rye. Codename: Fat Geek. Day job: copywri