<!--[if gte mso 9]><xml>
Pendidikan : SLP. Waktu bersekolah menengah di San Fransisco, Amerika Serikat, ia mulai tertarik pada pembuatan film. la dan teman-teman sekolahnya, anak Cina sering menyaksikan orang bikin film di Hollywood. Antara lain dengan The Teng Chun, yang mulai bikin film di Indonesia sejak 1931.
Fred pada mulanya hanya menekuni bidang perbioskopan. Ketika pembuatan film mulai marak sejak 1940, Fred barn tertarik. la mendirikan Majestic Film, dan menghasilkan Air Mata Iboe (1941) yang banyak dikagumi penonton. Fred berusaha memasukkan para pemain yang berpendidikan, kaum terpelajar untuk mengangkat harkat dunia film masa itu. Masuk nama-nama Ariati dan Chatir Harro yang berpendidikan tinggi untuk masa itu, yakni setingkat SLP dan SLA, dibuatnya film Djantoeng Hati (1941). Pada masa pendudukan Jepang, Fred mendirikan sandiwara Bintang Soerabja, yang menjadi sandiwara paling besar dan berjaya masa itu. Sebagian besar pemain terbaik berada di situ, pertunjukkannya Spektakuler. Seusai revolusi fisik dan orang mendirikan lagi perusahaan film, Fred mendirikan perusahaan film Bintang Soerabaja Film tahun 1949, bergabung dengan The Teng Chun teman Sekolahnya di Amerika.
Studio yang digunakan adalah JIF milik The Teng Chun. Di perusahaan ini Fred menjadi produser, menyutradarai dan menulis skenario film pertamanya berjudul Sehidup Semati (1949) Selanjutnya Sapu Tangan (1949), Ratapan Ibu (1950), Damarwulan (1950), Saputangan Sutra (1952), Tjandra Dewi (1952), Sorga Terachir (1952), Putri Solo (1953), Halilintar (1954) dan Sebatang Kara (1954).
Tahun 1955 ia memisahkan diri dari The, mendirikan sendiri perusahaan Fred Young Film Co. menghasilkan Setulus Hatiku (1955), Rumah Gila (1955), Putri Solo Kembdi (1956) dan Air Mata Iboe (1954). Setelah lama menghilang, namanya muncul lagi ketika pembuatan film mulai marak sejak awal 1970-an. la memproduksi dan menulis skenario untuk Aku Man Hidup (1974), lalu dibuatnya kembali Putri Solo (1974) yang pernah sukses besar di tahun 1950-an. Garapan yang terakhir dalam usia 75 tahun adalah Bunga Roos Dari Cikembang (1975) yang pernah difilmkan The Teng Chun tahun 1931. Para pemain sandiwara para masa Jepang dan pemain film tahun 1950-an akan tetap mengenang nama Fred Young sebagai sebuah tonggak besar.
Dicky Zulkarnaen
Film Yang Pernah Dibintangi :
Nani Widjaja
Film Yang Pernah Dibintangi :
Budiati Abiyoga Ir. Hj
Film Yang Pernah Dibintangi :
Camelia Malik
Film Yang Pernah Dibintangi :