Fred Young

<!--[if gte mso 9]><xml> Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 10]> <style> /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin:0in; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} </style> Lahir di Semarang, 13 Oktober 1900, Meninggal di Malang, 2 Juni 1977.

Pendidikan : SLP. Waktu bersekolah menengah di San Fransisco, Amerika Serikat, ia mulai tertarik pada pembuatan film. la dan teman-teman sekolahnya, anak Cina sering menyaksikan orang bikin film di Hollywood. Antara lain dengan The Teng Chun, yang mulai bikin film di Indonesia sejak 1931.

Fred pada mulanya hanya menekuni bidang perbioskopan. Ketika pembuatan film mulai marak sejak 1940, Fred barn tertarik. la mendirikan Majestic Film, dan menghasilkan Air Mata Iboe (1941) yang banyak dikagumi penonton. Fred berusaha memasukkan para pemain yang berpendidikan, kaum terpelajar untuk mengangkat harkat dunia film masa itu. Masuk nama-nama Ariati dan Chatir Harro yang berpendidikan tinggi untuk masa itu, yakni setingkat SLP dan SLA, dibuatnya film Djantoeng Hati (1941). Pada masa pendudukan Jepang, Fred mendirikan sandiwara Bintang Soerabja, yang menjadi sandiwara paling besar dan berjaya masa itu. Sebagian besar pemain terbaik berada di situ, pertunjukkannya Spektakuler. Seusai revolusi fisik dan orang mendirikan lagi perusahaan film, Fred mendirikan perusahaan film Bintang Soerabaja Film tahun 1949, bergabung dengan The Teng Chun teman Sekolahnya di Amerika.

Studio yang digunakan adalah JIF milik The Teng Chun. Di perusahaan ini Fred menjadi produser, menyutradarai dan menulis skenario film pertamanya berjudul Sehidup Semati (1949) Selanjutnya Sapu Tangan (1949), Ratapan Ibu (1950), Damarwulan (1950), Saputangan Sutra (1952), Tjandra Dewi (1952), Sorga Terachir (1952), Putri Solo (1953), Halilintar (1954) dan Sebatang Kara (1954).

Tahun 1955 ia memisahkan diri dari The, mendirikan sendiri perusahaan Fred Young Film Co. menghasilkan Setulus Hatiku (1955), Rumah Gila (1955), Putri Solo Kembdi (1956) dan Air Mata Iboe (1954). Setelah lama menghilang, namanya muncul lagi ketika pembuatan film mulai marak sejak awal 1970-an. la memproduksi dan menulis skenario untuk Aku Man Hidup (1974), lalu dibuatnya kembali Putri Solo (1974) yang pernah sukses besar di tahun 1950-an. Garapan yang terakhir dalam usia 75 tahun adalah Bunga Roos Dari Cikembang (1975) yang pernah difilmkan The Teng Chun tahun 1931. Para pemain sandiwara para masa Jepang dan pemain film tahun 1950-an akan tetap mengenang nama Fred Young sebagai sebuah tonggak besar.

  • Tempat, Tgl Lahir
  • Semarang, 13 Oktober 1900
  • Agama
  • Lain-lain
  • Alamat
  • -
  • Status
  • -
  • Hoby
  • -
  • Profesi
  • Produser, Sutradara, Penulis Skenario
  • Pendidikan
  • SLP Waktu bersekolah menengah di San Fransisco, Amerika Serikat, ia mulai tertarik pada pembuatan film
  • Prestasi
  • -
  • Sumber
  • -

Film yang pernah dibintangi

Insan Perfilman

Usmar Ismail

Film Yang Pernah Dibintangi :

Nani Widjaja

Film Yang Pernah Dibintangi :
- Linda (1958), Darah Tinggi (1960), Dibalik Dinding Sekolah (1961), DKN-109 (1962), Sing Sing So (1963), Njanjian Di Lereng Dieng (1964),Tak Kan Lari Gunung Dikejar (1965) Dibalik Tjahaja Gemerlapan (1966), Menjusuri Djedjak Berdarah (1967), Djampang Mentjari Naga Hitam (1968), Operasi X (1968), Honey Money and Djakarta Fair (1970), Cinta Pertama (1973), Seruling Senja (1974), Benyamin Koboi Ngungsi (1975), Wulan Di Sarang Penculik (1976), Senyum Nona Anna, Secerah Senyum (1978), Harmonikaku (1979), Kembang Padang Kelabu (1980), Butir-butir Cinta Tak Bertepi (1981), Kartini (1982), Yang(1983), Kerikil-kerikil Tajam (1984), Opera Jakarta (1985), Sam Mawar Tiga Duri (1986), Selamat Tinggal Jeanette (1987), Catatan Si Boy (II) (1988), Semua Sayang Kamu (1989), Dua Kekasih (1990), Taksi (1990), Pengantin Remaja II (1991), Nada dan Dakwah (1991), Perawan Metropolitan (1991), Kamar 3 Perawan/Nuansa Gadis Suci (1992).
Berita Terbaru Arsip
Exodiac berdiri sejak 16 Februari 2005, untuk menjadi penyedia informasi film terkini, baik lokal maupun mancanegara. Untuk memperkaya konten, situs ini juga menampung ulasan film dari Anda berupa kritik, analisa, maupun penilaian terhadap suatu film. Seb
Website ini ditujukan bagi komunitas / lembaga non komersil yang baik secara langsung memiliki fokus pada film dan video baik dalam produksi, pemutaran, ataupun kajian di Indonesia.Website ini merupakan sarana portal informasi yang bertujuan untuk memperk
Portal komunitas film dokumenter, memuat berita, dokumentasi dan publikasi yang berkaitan dengan film dokumenter serta merupakan wadah komunikasi masyarakat film dokumenter.
Mulai tahun 2006 , IndonesiaSelebriti.com tampil dengan wajah baru sesuai dengan perkembangan teknologi dan infrastruktur internet, portal IndonesiaSelebriti.com - telah mengembangkan ragam isi dan kegiatannya; selain Situs Resmi dan Biografi para Selebr
Situs pribadi (dikelola oleh sekelompok orang), nirlaba, dengan misi “Memberikan alternatif bagi pembaca review film.” Pengelola situs: -- Dodi Mahendra. 25 tahun. Ingin menulis buku sepenting A Catcher in the Rye. Codename: Fat Geek. Day job: copywri