<MMString:LoadString id="insertbar/linebreak" />

Dirintis sejak 1970, dan resmi berdiri sebagai Sinematek Indonesia (SI) pada 20 OKTOBER 1975. SI adalah lembaga arsip film pertama di Asia Tenggara .Penggunaan nama Sinematek diilhami dari Cinematheque Francaise. Berbagai nama digunakan untuk jenis lembaga ini, diantaranya Filmoteca , Film Archive, Film Museum, dan sebagainya. Indonesia menggunakan istilah Sinematek dengan tujuan untuk menghilangkan kesan bahwa lembaga ini lembaga pasif dan hanya berurusan dengan benda kuno. Karena lembaga SI adalah suatu aktifitas kebudayaan yang aktif, maka lazimnya menjadi pusat studi dan pusat aktifitas pengembangan budaya sinema.

SI adalah lembaga swasta non-profit yang disponsori Pemerintah. Sejak 1995, SI berada dalam lingkungan Yayasan PPHUI (Pusat Perfilman H. Usmar Ismail). Mulai 1977 SI ikut bergabung dalam FIAF (Federation Internationale des Archives du Film), termasuk juga tergabung dalam SEAPAVAA (South East Asia-Pacific Audio Visual Archives Ascociation). Jadi SI mempunyai hubungan internasional yang luas.

JANGKAUAN TUGAS & KOLEKSI
Berbeda dengan Arsip Film pada umumnya yang semata-mata hanya sebagai pelestarian karya bermutu, SI sengaja dijadikan juga sarana bagi perkembangan perfilman nasional.Maka itu prioritas perhatiannya hanya pada film dalam negeri, dan menghimpun semua data dan informasi yang berguna bagi tujuan tersebut.

Karena itu jenis koleksi film dan koleksi dokumentasinya menjadi berbeda dengan arsip film pada umumnya di dunia. SI akan menyimpan film Indonesia apa saja yang bisa didapat tanpa ada seleksi. Karena sejelek apapun ternyata mempunyai nilai sebagai bahan studi untuk kepentingan perfilman nasional, bahkan untuk berbagai disiplin ilmu.

Sedangkan koleksi dokumentasi SI menghimpun juga peraturan-peraturan Pemerintah, tentang organisasi, kasus-kasus, bahkan surat undangan preview dan alat promosi. Di Perpustakaan SI bisa ditemui semua skenario film maupun sinetron sejak 1970-an hingga dewasa ini- Film cerita
- Film non cerita
- Buku mengenai film, video, fotografi dan komunikasi
- Skenario film cerita
- Foto atau peristiwa perfilma
- Majalah film dalam dan luar negeri
- Kliping
- Biografi
- Data Organisasi Perfilman
- Data Perusahaan Film
- Peralatan Film (equipment)
- Undang-undang dan Peraturan Pemerintah
- Informasi arsip film dunia juga sekitar TV dan sinetron dari dalam maupun luar negeri.

Ruang Penyimpanan Film

SARANA DAN PRASARANA
Ruang Penyimpanan FilmSejak Juli 1977 SI berada di gedung baru Pusat Perfilman H. Usmar Ismail, Jalan H.R. Rasuna Said Kav. C 22. Kantor Sekretariat dan Bagian Dokumentasi di lantai IV, Perpustakaan di lantai V, Ruang Penyimpanan dan Perawatan Film di lantai dasar (basement).

Ruang Penyimpanan Film merupakan prasarana paling vital dari lembaga ini, yakni bertemperatur 5 derajat s/d 7 derajat Celcius dengan kelembaban 45-60% RH. Dalam kondisi ini film bisa dilestarikan sampai sekitar 50 tahun untuk film berwarna, 100 tahun untuk film hitam putih. Untuk bisa mempertahankan film berwarna sampai 100 tahun temperaturnya harus 0 derajat Celcius dengan kelembaban ruangan sekitar 40% RH. Cold Storage serupa itu (impiannya) akan dibangun di luar kota yang temperaturnya tidak sepanas Jakarta. itu untuk menyimpan film arsip, sedang yang ditempat sekarang hanya untuk menyimpan copy putar (screening copy).

Di ruang perpustakaan, tersedia tempat membaca buku dan untuk menyaksikan video. Sedang untuk acara pemutaran film tersedia Preview Room untuk 100-150 orang dan gedung bioskop berkapasitas 500 orang yang didukung dengan teknologi digital, mungkin yang paling modern di Indonesia dewasa ini.

PELAYANAN DAN PEMANFAATAN KOLEKSI
Praktis sekarang ini SI merupakan pusat data, dokumentasi, dan informasi terlengkap. Maka di sinilah berpusat kegiatan penelitian mengenai film dan perfilman Indonesia.Perpustakaan SI terbuka bagi siapa saja dan tanpa dipungut bayaran, bahkan orang tidak usah harus menjadi anggota. Beberapa kalangan yang sering datang ke perpustakaan SI adalah mahasiswa sekolah film dan para peneliti. Tidak sedikit sarjana yang berhasil ditolong menyelesaikan tesis doktoralnya. Bukan hanya mengenai film, tapi juga untuk bidang politik, sastra dan sebaginya. Peneliti juga datang dari luar negeri.

Koleksi film telah memungkinkan Indonesia bisa ikut dalam berbagai acara panorama di festifal-festifal film internasional. Di dalam negeri pemanfaatannya masih terbatas untuk klub-klub film yang jumlahnya belum memadai, atau untuk menunjang acara peningkatan apresiasi di kampus-kampus. Pemutaran film oleh SI sendiri dilakukan berdasar kerjasama dengan Kine Klub Pusat Perfilman.


KERJASAMA
Disamping SI, Arsip nasional RI maupun Perpustakaan Nasional RI juga mempunyai tugas menghimpun film. Memang jenis koleksinya berbeda-beda. Karena itu agar pekerjaan ketiga lembaga ini tidak tumpang tindih, maka dilakukan kerjasama antara ketiganya, khusus dibidang pengarsipan film.

Gedung Pusat Perfilman H. Usmar Ismail
Jl. H.R. Rasuna Said Kuningan, Kav. C - 22
Telp. : 526 8455, Fax. : 526 8454
Jakarta 12940 INDONESIA
E-mail : sinematekindonesia@yahoo.co.id

Perpustakaan Sinematek Indonesia
Dibuka : SENIN - JUM'AT, Pukul : 09.00-16.00 di Lantai V

 

Insan Perfilman

Deddy Mizwar

Film Yang Pernah Dibintangi :

Usmar Ismail

Film Yang Pernah Dibintangi :

Advent Bangun

Film Yang Pernah Dibintangi :
- Rajawali Sakti (1976); Krakatau; Dua Pendekar Pembelah Langit (1977); Ken Arok Ken Dedes; Si Buta Lawan Jaka Sembung (1983); Menentang Maut (1984); Dia Yang Berhati Baja (1985); Komando Samber Nyawa (1985); Gantian Dong (1985); Carok (1985); Satria Bambu Kuning (1985); Si Buta Dari Gua Hantu/Neraka Perut Bumi (1985); Dendam Dua Jagoan (1986); Terjebak Penari Erotis (1986); Menumpas Teroris (1986); Petualangan Cinta Nyi Blorong (1986); Cewek Cewek Genit (1987); Siluman Serigala Putih (1987); Pendekar Bukit Tengkorak (1987); Mandala Penakluk Satria Tartar (1988); Pertarungan Iblis Merah (1988); Bangkitnya Si Mata Malaikat (1988); Si Gobang/Misteri Satria Bertopeng (1988); Jago-jago Bayaran/Si Gobang II (1989); Sumpah Si Pahit Lidah (1989); Si Pahit Lidah dan Si Mata Empat (1989); Genta Pertarungan (1989); Jaringan Terlarang II (1990); Mat Pelor (1990); Pedang Naga Pasa (1990); Melacak Tapak Harimau (1990); Pemburu Nyawa (1990); Bang Somad Si Tangan Satu; Tiada Titik Balik (1991); Pemburu Teroris (1994); Armin Membolos (1996), dll.
Berita Terbaru Arsip
Weblog ini bertujuan untuk membuat sebuah directory komunitas/kolektif/organisasi non-komersil yang secara langsung maupun tidak berhubungan dengan film serta video baik dalam bentuk produksi, pemutaran, kajian, distribusi, serta lainnya.
Exodiac berdiri sejak 16 Februari 2005, untuk menjadi penyedia informasi film terkini, baik lokal maupun mancanegara. Untuk memperkaya konten, situs ini juga menampung ulasan film dari Anda berupa kritik, analisa, maupun penilaian terhadap suatu film. Seb
Portal komunitas film dokumenter, memuat berita, dokumentasi dan publikasi yang berkaitan dengan film dokumenter serta merupakan wadah komunikasi masyarakat film dokumenter.
Mulai tahun 2006 , IndonesiaSelebriti.com tampil dengan wajah baru sesuai dengan perkembangan teknologi dan infrastruktur internet, portal IndonesiaSelebriti.com - telah mengembangkan ragam isi dan kegiatannya; selain Situs Resmi dan Biografi para Selebr
Situs pribadi (dikelola oleh sekelompok orang), nirlaba, dengan misi “Memberikan alternatif bagi pembaca review film.” Pengelola situs: -- Dodi Mahendra. 25 tahun. Ingin menulis buku sepenting A Catcher in the Rye. Codename: Fat Geek. Day job: copywri